Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Translate?

ini tentang perbuatan yang basi banget

   Ketika kelas satu, aku pernah lho nyontek. Pas itu remidi matematika, dan aku ngelirik jawaban anak yang ada di sebelahku. Namanya juga anak kecil, gak mikir kalau anak yang aku contek itu hampir selalu gagal dalam matematika. Ealah, ternyata temanku yang itu lolos remidi, dan aku nggak. Jadilah aku remidi sendirian. Sakitnya tuh di sini. Nyontek aja gagal 😭    Sejak saat itu aku menyesal sudah nyontek. Kenapa? Karena aku sadar nyontek itu ga ada manfaatnya. Yang ada cuma tambah gagal deh. Sejak saat itu, kuakui terkadang aku menjadi terlalu anti dalam kegiatan contek-mencontek. Ada teman yang ketahuan nanya atau ngelirik? Langsung aku damprat habis-habisan. Aku ingin semua orang menerapkan standar yang sama denganku, walaupun aku sadar bahwa 'penyakit' mereka tidak bisa disembuhkan. Sekali hobi mencontek, tidak bisa kembali menjadi jujur lagi. Kita akan merasa pesimis akan jawaban kita jika belum 'dicocokkan' dengan jawaban teman.    Jadi, yang bias...